Tanjab Timur Bidik Hilirisasi Kelapa, Bupati Dilla Sambut Investor Jerman dan Akademisi UNJA
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARA SABAK, UPDATEaja.ID– Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa. Langkah strategis ini mendapat perhatian dari investor internasional asal Jerman, Dr.-Ing. Phillip Wallat, yang melakukan kunjungan ke daerah tersebut, Jumat (10/04/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Tanjab Timur, Hj. Dilla Hikmah Sari, di Rumah Dinas Bupati. Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Yayasan Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara, serta Guru Besar Universitas Jambi, Prof. Dr. Johanes Simatupang, bersama tim akademisi.
Kehadiran Dr. Wallat bertujuan untuk melakukan validasi langsung terhadap potensi besar komoditas kelapa dalam di Tanjab Timur. Ia juga akan mengkaji penerapan teknologi tepat guna guna mendorong pengembangan produk hilirisasi yang bernilai tambah tinggi.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi energi terbarukan berupa biogas serta bahan peredam ramah lingkungan. Inovasi ini dinilai mampu mengubah limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dilla menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penuh investasi yang masuk ke Tanjab Timur.
“Pemerintah daerah sangat terbuka dan menyambut baik investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah. Kami pastikan kemudahan perizinan serta dukungan di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi guna memastikan setiap langkah pembangunan berbasis riset dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kelapa.
Menurutnya, jika pengembangan teknologi pengolahan sabut kelapa ini berhasil direalisasikan, Tanjab Timur berpotensi menjadi pelopor hilirisasi kelapa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Pertemuan strategis tersebut diakhiri dengan pembahasan rencana tindak lanjut berupa survei lapangan yang akan dilakukan oleh tim Dr. Wallat bersama Yayasan Roemah Kelapa Indonesia dan akademisi UNJA.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar