Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Prof. Sutan Nasomal Dorong Pemerintah Perkuat Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen

Prof. Sutan Nasomal Dorong Pemerintah Perkuat Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Kemarau yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sektor pertanian, perikanan air tawar, serta ketersediaan pangan masyarakat.

Pakar Hukum dan Ekonom, Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH., mendorong Presiden RI Prabowo Subianto bersama kementerian dan lembaga terkait mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama di daerah yang mengalami kesulitan memperoleh air.

“Pemerintah harus hadir membantu masyarakat yang terdampak kelangkaan air. Jangan sampai petani mengalami gagal panen dan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kekeringan,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, persoalan ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan nasional. Petani dan peternak ikan air tawar yang mengalami kekurangan air dapat mengalami kerugian karena produksi mereka terganggu.

Prof. Sutan menilai pemerintah perlu memperkuat sistem irigasi dan memastikan infrastruktur pengelolaan air benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Bendungan, embung, dan berbagai sarana penampungan air, menurutnya, harus dioptimalkan untuk menghadapi musim kemarau.

Ia juga mendorong normalisasi serta pengerukan sungai di wilayah yang mengalami pendangkalan. Selain itu, pembangunan embung atau danau penampungan air di daerah rawan kekeringan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga cadangan air.

“Anggaran besar yang telah dikeluarkan untuk pembangunan bendungan dan infrastruktur air harus benar-benar memberikan manfaat. Infrastruktur tersebut harus mampu mendukung kebutuhan air masyarakat, pertanian, dan perikanan,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Prof. Sutan menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan dan melakukan penghijauan kembali terhadap wilayah yang mengalami kerusakan. Menurutnya, kelestarian kawasan hutan memiliki peran penting dalam menjaga tata air dan ketersediaan sumber air.

Ia juga meminta pemerintah mengembangkan teknologi pengelolaan dan konservasi air yang dapat diterapkan masyarakat, khususnya di wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan.

“Teknologi pengelolaan air harus terus dikembangkan dan masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem serta musim kemarau,” ujarnya.

Prof. Sutan juga menyoroti potensi dampak kekeringan terhadap harga bahan pangan. Apabila produksi pertanian menurun akibat kekurangan air, pasokan komoditas ke pasar dapat terganggu dan berpotensi memengaruhi harga.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan langkah antisipasi secara terpadu. Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial serta kementerian dan lembaga terkait dinilai perlu bersinergi sesuai tugas dan kewenangannya.
Menurut Prof. Sutan, upaya menjaga ketersediaan air merupakan bagian penting dari penguatan program ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak mungkin berjalan maksimal tanpa ketersediaan air. Pemerintah harus memastikan petani dan masyarakat memiliki akses terhadap air, terutama ketika menghadapi musim kemarau,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera mengevaluasi infrastruktur pengairan yang belum optimal, memperbaiki sarana yang mengalami kerusakan, serta memperkuat konservasi sumber daya air di berbagai daerah.

Prof. Sutan Nasomal Dorong Pemerintah Perkuat Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemdes Sido Mukti Ucapkan Selamat HUT Provinsi Jambi ke-69

    Pemdes Sido Mukti Ucapkan Selamat HUT Provinsi Jambi ke-69

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Tanjabtim,UPDATEaja.id – Pemerintah Desa Sido Mukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menyampaikan ucapan Dirgahayu Provinsi Jambi ke-69 yang diperingati pada 6 Januari 2026.   Kepala Desa Sido Mukti, Sutrisno, berharap peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi dapat menjadi momentum memperkuat sinergi pembangunan daerah sesuai tema “Bersinergi Membangun Negeri, Menuju Jambi Mantap 2029”, demi kemajuan dan […]

  • Diduga Korsleting Listrik, 14 Rumah Warga di Pandan Jaya Hangus Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, 14 Rumah Warga di Pandan Jaya Hangus Terbakar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Diyan
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Tanjab Timur, UPDATEaja.id – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 14 rumah warga hangus terbakar dan 10 kepala keluarga (KK) terdampak. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke […]

  • Perkuat Sinergi Penegak Hukum, Kapolres Tanjab Timur Silaturahmi ke Pengadilan dan Kejaksaan

    Perkuat Sinergi Penegak Hukum, Kapolres Tanjab Timur Silaturahmi ke Pengadilan dan Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Tanjab Timur, UPDATEaja.id – Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Pengadilan Negeri Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa (13/1/2026).   Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Anisa Primadona Duswara, S.H., M.H. Kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat komunikasi, koordinasi, serta sinergi antar aparat […]

  • Prof Dr Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Waspada, Reaksi Alam Bisa Berujung Bencana “Hujan Mikroplastik” di Indonesia

    Prof Dr Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Waspada, Reaksi Alam Bisa Berujung Bencana “Hujan Mikroplastik” di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta, UPDATEAJA.id – Prof Dr Sutan Nasomal, Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, mengingatkan Presiden RI Jenderal H. Prabowo Subianto agar mewaspadai ancaman serius kerusakan lingkungan yang berpotensi memicu bencana besar, salah satunya fenomena hujan yang mengandung mikroplastik di Indonesia. Menurut Prof Sutan, salah satu akar persoalan utama adalah penempatan pejabat negara yang […]

  • Setahun Kepemimpinan Dillah–Muslimin, Sejumlah Program Prioritas Lampaui Target di Tengah Efisiensi Anggaran

    Setahun Kepemimpinan Dillah–Muslimin, Sejumlah Program Prioritas Lampaui Target di Tengah Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tanjab Timur, UPDATEaja id – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Hj Dillah Hikmah Sari – Muslimin Tanja mencatatkan sejumlah capaian signifikan melalui 18 Program Prioritas dalam visi Merata (Membangun Bersama Rakyat untuk Sejahtera). Perjalanan tahun pertama tidaklah mudah. Sebelum resmi dilantik pada 20 Februari 2025, Presiden Prabowo […]

  • Prof. Dr. Sutan Nasomal: Mafia Pupuk Subsidi Ancam Ketahanan Pangan, Harus Ditindak Tegas

    Prof. Dr. Sutan Nasomal: Mafia Pupuk Subsidi Ancam Ketahanan Pangan, Harus Ditindak Tegas

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    UPDATEaja.id – Kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi di Kabupaten Pasaman menuai sorotan tajam. Meski data aplikasi penyaluran menunjukkan serapan pupuk masih rendah, petani di lapangan justru mengaku kesulitan memperoleh pupuk menjelang musim tanam. Menanggapi kondisi tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, PhD, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, menilai persoalan pupuk subsidi merupakan ancaman […]

expand_less