Profesor Sutan Nasomal Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Konferensi Kerja PGRI Aceh Singkil
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH SINGKIL – Kesejahteraan guru, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan advokasi hukum, hingga kemandirian ekonomi menjadi perhatian dalam Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026.
Sebagai Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum PD PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., menegaskan pentingnya soliditas seluruh jajaran organisasi untuk memperjuangkan kepentingan guru dan kemajuan dunia pendidikan.
Menurut Sutan Nasomal, PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga harus mampu menjadi wadah perjuangan, perlindungan dan peningkatan kesejahteraan guru.
“Seluruh pengurus harus satu hati dan memiliki keinginan yang sama untuk memajukan organisasi profesi guru. Kita harus bersama-sama meningkatkan pengetahuan, wawasan, status pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujar Profesor Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon selulernya dari Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia di Cijantung, Jakarta, Jumat (29/8/2026).
Ia berharap PGRI Kabupaten Aceh Singkil dapat menjadi salah satu barometer organisasi profesi guru di Provinsi Aceh melalui program-program yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
Tujuh Agenda Strategis
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil menghasilkan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi arah program organisasi ke depan.
Pertama, pembentukan pengurus baru PGRI cabang kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil yang dijadwalkan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026.
Kedua, penetapan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil, sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.
Ketiga, penguatan program advokasi dan pendampingan hukum melalui LBH PGRI Aceh Singkil. Program ini diarahkan untuk memberikan perlindungan serta pendampingan hukum bagi anggota PGRI dan berada di bawah koordinasi Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal.
Keempat, pendataan seluruh pengurus dan anggota PGRI Aceh Singkil serta penerapan kartu digital elektronik guru se-Kabupaten Aceh Singkil sebagai bagian dari modernisasi administrasi dan pelayanan organisasi.
Kelima, pendataan anggota PGRI yang belum menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1), sekaligus anggota yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 (S2). Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia guru.
Keenam, penguatan kegiatan sosial dan kemanusiaan bagi anggota serta keluarga besar PGRI yang mengalami musibah, bencana alam, kemalangan maupun persoalan sosial lainnya.
Ketujuh, rencana pendirian Koperasi Guru Aceh Singkil sebagai wadah kebersamaan sekaligus upaya memperkuat kemandirian ekonomi para guru.
Koperasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota, menyediakan layanan simpan pinjam yang mudah dan terpercaya, membuka peluang usaha produktif, memperkuat budaya gotong royong serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi guru dan keluarganya.
PGRI Harus Solid dan Berdaya
Sutan Nasomal menegaskan, hasil Konferensi Kerja tidak boleh berhenti sebatas keputusan di atas kertas. Seluruh program harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dapat dirasakan oleh para guru.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme.
“Jangan sampai konferensi hanya menghasilkan keputusan, tetapi tidak ada pelaksanaannya. Yang paling penting adalah bagaimana hasil konferensi dapat diwujudkan menjadi program nyata untuk kepentingan guru dan dunia pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus PGRI Aceh Singkil menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan organisasi serta anggota.
Dengan semangat solidaritas, profesionalisme dan kolaborasi, PGRI Aceh Singkil diharapkan semakin kuat sebagai organisasi profesi yang mampu memperjuangkan aspirasi guru sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
“Insyaallah menuju PGRI yang solid, profesional dan berdaya. Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas!” pungkas Prof. Sutan Nasomal.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Prof. Sutan Nasomal

Saat ini belum ada komentar