Prof Dr Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Waspada, Reaksi Alam Bisa Berujung Bencana “Hujan Mikroplastik” di Indonesia
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Udara, tanah, dan air Indonesia saat ini sudah berada pada kondisi pencemaran serius. Ini bukan isu masa depan, tapi sudah terjadi sekarang,” tegasnya.
Plastik yang digunakan secara masif sejak 1970-an, kata Prof Sutan, sulit terurai dan menumpuk di tanah, sungai, hingga laut. Akibatnya, air tanah berpotensi tercemar racun, ekosistem laut terancam punah, dan rantai makanan manusia ikut terdampak.
Udara Beracun dan Ancaman Kesehatan
Ia juga mengingatkan ancaman polusi udara ekstrem akibat tingginya jumlah kendaraan dan aktivitas industri.
“Jika tidak dikendalikan, dalam waktu kurang dari 10 tahun ke depan udara di banyak kota bisa berada pada level sangat beracun. Risiko penyakit berat mengancam anak-anak hingga orang dewasa,” katanya.
Kesalahan Tata Ruang dan Kerusakan Tanah
Prof Sutan menyoroti kesalahan tata ruang kota, khususnya kota-kota pesisir. Menurutnya, kota seharusnya dibangun jauh dari bibir pantai untuk menghindari dampak gempa dan gelombang besar.
Ia menyebut penurunan permukaan tanah di banyak kota pesisir sebagai akibat beban bangunan beton, eksploitasi air tanah, dan berkurangnya hutan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar