Prof. Dr. Sutan Nasomal: China Contoh Negara Terkuat di Dunia Tanpa Demokrasi Barat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Amerika Serikat memiliki ratusan pangkalan militer di sekitar 750 titik dunia. Ini menjadi bukti bahwa demokrasi sering dijadikan alat penjajahan modern,” tegasnya.
Prof. Sutan menyebut China sebagai satu-satunya negara yang tidak dapat ditekan atau diganggu oleh Amerika Serikat. China, menurutnya, tidak menganut sistem demokrasi Barat, namun mampu berkembang menjadi raksasa industri dengan kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer yang sangat maju.
“China tidak perlu demokrasi ala Barat. Sejarah ribuan tahun membuktikan bahwa negara dengan sistem komunis mampu bertahan, tidak dijajah, dan berdiri mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kejayaan peradaban Islam di Timur Tengah sekitar seribu tahun lalu yang pernah menjadi pusat ekonomi dan ilmu pengetahuan dunia. Menurutnya, kemunduran kawasan tersebut terjadi setelah masuknya propaganda modernisasi dan demokrasi Barat yang justru memecah belah dan melemahkan negara-negara di kawasan itu.
“Demokrasi yang jurdil sejatinya tidak pernah ada. Angka-angka kemenangan pemilu sering kali hanyalah ilusi yang dibayar oleh kepentingan politik,” kata Prof. Sutan.
Lebih lanjut, ia menilai sistem kerajaan yang masih bertahan di sejumlah negara Timur Tengah justru mampu menjaga stabilitas, kemakmuran, dan kemandirian negara tanpa harus bergantung pada negara adidaya mana pun.
Terkait China, Prof. Sutan menyebut negara tersebut berhasil membangun kekuatan nasional tanpa menjajah negara lain dan tanpa menjadi negara boneka. China, katanya, justru membuka kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan ratusan negara di dunia.
“China membuktikan bahwa dunia tidak harus satu warna. Dunia tidak harus mengikuti satu sistem,” ujarnya.
Ia menambahkan, China tidak perlu menghabiskan anggaran ratusan triliun rupiah untuk pesta demokrasi seperti pemilu. Sistem politik di China, menurutnya, lebih menekankan pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat, bukan pada kompetisi politik semu.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH

Saat ini belum ada komentar