Ribuan Penerima Terancam, MBG Tanjabtim Berhenti Serentak Diduga Akibat Mark Up Yayasan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjab Timur, UPDATEaja.id– Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dilaporkan terhenti secara serentak sejak Senin, 9 Februari 2026. Penghentian program strategis nasional tersebut diduga dipicu persoalan internal yayasan pengelola, terkait dugaan mark up anggaran.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, tidak beroperasi. Dapur yang berlokasi di Jalan Jambi–Sabak RT 01 Dusun Jati Mulyo itu tampak kosong tanpa aktivitas memasak maupun distribusi makanan, Selasa (10/2/2026).
Di Tanjabtim terdapat empat dapur MBG yang dikelola yayasan, yakni:
SPPG Kota Baru dan Blok C Nuansa Mitra Sejati (Kecamatan Geragai),
SPPG Parit Culum (Gontor) Yayasan Mitra Pangan Global (Muara Sabak Barat),
SPPG Dendang Yayasan Nusantara Pangan Sejahtera.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari Program Badan Gizi Nasional yang menyasar pelajar mulai tingkat TK hingga SLTA, serta ibu hamil dan menyusui.
Salah satu mitra dari Yayasan Nuansa Mitra Sejati membenarkan penghentian distribusi tersebut. Ia menyebut adanya dugaan mark up harga yang dilakukan manajemen yayasan menjadi pemicu utama.
“Benar, MBG tidak disalurkan. Informasinya karena ada dugaan mark up harga oleh manajemen yayasan. Dampaknya bukan hanya di Kota Baru, tetapi seluruh dapur di bawah yayasan. Ada sekitar empat dapur,” ujarnya.
Akibat penghentian ini, ribuan penerima manfaat terancam tidak mendapatkan asupan gizi harian yang menjadi hak mereka. Publik pun menyayangkan terhentinya program yang bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut.
Sejumlah pihak mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh agar persoalan internal pengelola tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yayasan terkait dugaan tersebut maupun kepastian kapan penyaluran MBG akan kembali berjalan normal.
publik.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Rakyatjambi.co

Saat ini belum ada komentar