Prof. Dr. Sutan Nasomal: China Contoh Negara Terkuat di Dunia Tanpa Demokrasi Barat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, UPDATEaja.id – Peringatan berbagai Hari Ulang Tahun (HUT) di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi pertanda bahwa demokrasi, kemanusiaan, dan keamanan berbangsa serta bernegara di Indonesia masih berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, pakar hukum internasional dan ekonom nasional, saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online, baik dalam maupun luar negeri. Pernyataan itu disampaikan Prof. Sutan Nasomal dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka (POM) di Jakarta melalui sambungan telepon seluler, Kamis (8/1/2026).
Menurut Prof. Sutan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diyakini tidak akan melupakan sejarah dan memiliki kemampuan untuk menjaga serta menyelamatkan NKRI dari berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari negara mana pun.
Ia menilai dunia saat ini terpecah ke dalam dua kekuatan besar, di mana kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer diuji secara nyata selama dua dekade terakhir melalui perang dagang dan persaingan global. Dari kondisi tersebut, menurutnya, terlihat jelas negara mana yang benar-benar tampil sebagai kekuatan utama dunia.
“Fakta menunjukkan bahwa negara yang tidak mengikuti paham demokrasi ala Barat justru mampu menjadi lebih maju, stabil, damai, dan sejahtera. Sementara banyak negara yang mengadopsi demokrasi justru terjerat kemiskinan, utang, bahkan konflik internal,” ujar Prof. Sutan.
Ia secara terbuka menyebut Amerika Serikat sebagai negara yang terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai propaganda demokrasi palsu. Menurutnya, selama lebih dari 25 tahun terakhir, demokrasi kerap dijadikan alat politik dan ekonomi, bahkan menjadi pembenaran untuk intervensi dan pendirian ratusan pangkalan militer di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah dan Asia.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH

Saat ini belum ada komentar